Perbedaan Antara Rasio Profitabilitas dan Rasio Pemanfaatan Aset

Rasio keuangan membantu investor menentukan bisnis mana yang akan dibeli. Rasio ini juga membantu para pemimpin bisnis membedakan apakah strategi tertentu berhasil. Meskipun ada lusinan jenis rasio keuangan yang tersedia untuk analis, rasio profitabilitas dan rasio pemanfaatan aset adalah yang paling umum dan mudah dihitung. Setiap jenis rasio mengungkapkan sesuatu yang berbeda tentang bisnis, tetapi mereka menangani beberapa pengukuran dan masalah yang sama.

Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas adalah serangkaian rasio keuangan yang menunjukkan berapa banyak keuntungan yang diperoleh bisnis dalam konteks tertentu. Margin laba kotor adalah rasio profitabilitas yang paling umum. Ini dihitung sebagai laba dibagi dengan penjualan dan mengungkapkan seberapa banyak bisnis dapat memperoleh penghasilan untuk dirinya sendiri sebagai persentase dari total pendapatan penjualannya. Rasio profitabilitas lainnya adalah pengembalian aset, yang ditemukan dengan membagi total pendapatan dengan total aset. Rasio ini menunjukkan berapa banyak uang yang diambil bisnis sehubungan dengan nilai aset yang dimiliki bisnis tersebut.

Rasio Pemanfaatan Aset

Rasio pemanfaatan aset mengukur seberapa efisien bisnis menggunakan asetnya untuk menghasilkan uang. Perputaran piutang bisnis, yang didefinisikan sebagai penjualan kredit dibagi dengan nilai piutang dari pelanggan, menunjukkan apakah bisnis mampu mengubah barang dan jasa yang dijualnya menjadi uang yang tersedia untuk tujuan lain. Perputaran persediaan adalah rasio pemanfaatan aset lainnya, yang ditemukan dengan membagi biaya untuk memproduksi barang yang dijual selama periode waktu tertentu dengan nilai rata-rata persediaan produk bisnis selama periode waktu yang sama.

Perbedaan Utama

Salah satu perbedaan utama antara rasio profitabilitas dan rasio pemanfaatan aset adalah kenyataan bahwa rasio pemanfaatan aset lebih spesifik. Sementara rasio profitabilitas mengukur kinerja keseluruhan dalam hal keuntungan, rasio pemanfaatan aset berfokus pada pengukuran spesifik dalam bisnis seperti nilai inventarisnya dan lamanya waktu yang diperlukan untuk menagih piutang. Rasio pemanfaatan aset juga berfokus pada efisiensi, sedangkan rasio profitabilitas terutama menunjukkan kinerja mentah.

Makna

Karena tujuan setiap bisnis adalah untuk menciptakan keuntungan, rasio profitabilitas sangat penting. Bisnis dengan rasio profitabilitas negatif mengeluarkan lebih banyak daripada yang dihasilkannya, yang menghadirkan situasi yang tidak berkelanjutan. Namun, bagi seorang investor, rasio pemanfaatan aset dapat mengungkapkan lebih banyak tentang seberapa baik bisnis dikelola dan seberapa besar kemungkinannya untuk berhasil di masa depan. Rasio profitabilitas yang tinggi dapat berasal dari perubahan permintaan secara spontan atau kurangnya persaingan. Tetapi rasio pemanfaatan aset bergantung pada kemampuan bisnis untuk menjual produk yang dibuatnya dan mengumpulkan hasil penjualannya.