Tanggung Jawab Departemen Periklanan

Departemen periklanan memainkan peran penting dalam membangun pendapatan, keuntungan, dan pangsa pasar di perusahaan kecil dan perusahaan. Sebagian besar departemen periklanan memiliki manajer atau direktur periklanan yang membuat dan mengelola anggaran departemen dan mengawasi semua fungsi periklanan. Anggota staf kreatif, termasuk copywriter, artis, dan desainer grafis, menyediakan konten tertulis, gambar, dan grafik untuk berbagai iklan. Semua karyawan departemen periklanan diharapkan bekerja secara kohesif untuk memenuhi tanggung jawab inti mereka dan mencapai tujuan utama.

Membuat Pesan yang Benar

Sebelum departemen iklan memenuhi salah satu tujuannya, mereka harus membuat pesan yang tepat untuk audiens target mereka. Audiens target adalah konsumen yang kemungkinan besar akan membeli produk atau layanan tertentu. Konsumen memiliki motif utama untuk membeli produk atau layanan, dan pengiklan harus menarik motif tersebut agar konsumen melakukan pembelian. Misalnya, konsumen yang ingin menurunkan berat badan cenderung menanggapi iklan yang menunjukkan bagaimana pelanggan lain yang puas telah menurunkan berat badan dengan menggunakan produk tertentu.

Membangun Kesadaran Merek

Membangun kesadaran merek adalah tanggung jawab penting dari departemen periklanan perusahaan. Perusahaan harus menyampaikan pesan kepada konsumen bahwa merek mereka ada sebelum orang dapat membelinya. Departemen periklanan menggunakan karakter, slogan, logo, dan cerita dalam iklan mereka untuk membangun kesadaran merek mereka. Membangun kesadaran merek itu menantang karena banyak pesan hilang di tengah melimpahnya iklan dan promosi. Itulah mengapa banyak pengiklan menggunakan prinsip AIDA untuk mendapatkan perhatian. AIDA berarti perhatian, minat, keinginan, dan tindakan. Iklan yang paling efektif menarik perhatian pembaca atau pendengar dengan menarik kebutuhan mereka. Mereka kemudian menarik minat konsumen dengan menawarkan solusi yang layak untuk kebutuhan tersebut. Departemen periklanan dapat menciptakan keinginan dan tindakan dalam iklan mereka dengan menunjukkan bagaimana produk mereka bekerja,dan menawarkan penawaran khusus jika orang membeli dalam jangka waktu tertentu.

Menjadwalkan Periklanan

Manajer atau koordinator periklanan menentukan kapan iklan tertentu akan muncul, apakah mereka menggunakan iklan TV, majalah, surat langsung atau media sosial. Banyak yang bekerja dengan agensi iklan atau perusahaan media saat mengatur jadwal periklanan. Sebagian besar iklan dijadwalkan berbulan-bulan sebelumnya untuk memberi sumber media cukup waktu untuk membuat iklan, menyelesaikan syuting komersial, atau mencetak publikasi mereka. Iklan harus tepat waktu untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Misalnya, departemen periklanan sebuah pabrik mainan mungkin mulai beriklan pada awal November untuk hari Natal.

Mengukur Efektivitas Iklan

Departemen periklanan biasanya mengalokasikan sejumlah uang tertentu untuk setiap jenis iklan, tetapi harus memastikan bahwa periklanannya efektif untuk memaksimalkan laba atas investasi. Banyak perusahaan mengukur efektivitas periklanan melalui riset pasar. Mereka melakukan survei di antara konsumen untuk menentukan siapa yang mendengar atau melihat iklan mereka dan apakah itu mendorong mereka untuk membeli produk atau layanan mereka. Secara umum, semakin konsumen dapat mengingat sebuah iklan, semakin efektif iklan tersebut, selama memenuhi kriteria penting lainnya: menjangkau audiens yang tepat dan meningkatkan penjualan.