Tanggung Jawab Sosial dalam Periklanan

Agar kampanye iklan dianggap bertanggung jawab secara sosial, iklan yang digunakan dalam kampanye tersebut harus memenuhi standar etika. Pemasaran tanggung jawab sosial perusahaan telah menjadi fokus dari beberapa kampanye iklan besar, tetapi jika iklan yang digunakan dalam kampanye tersebut dipandang menipu oleh publik, perusahaan tersebut tidak mungkin dianggap bertanggung jawab secara sosial terlepas dari tema iklannya.

Kebenaran dalam Periklanan

Kejujuran adalah persyaratan pertama untuk setiap iklan yang bertanggung jawab secara sosial. Namun, persyaratan ini tidak sesederhana kelihatannya. Informasi faktual dapat disajikan sedemikian rupa untuk menipu penontonnya, sedangkan gambar dapat dimanipulasi namun tetap menciptakan kesan akhir yang akurat. Misalnya, jika sebuah iklan mengatakan bahwa produk tertentu tidak mahal tanpa mengungkapkan bahwa produk itu akan cepat rusak, maka informasi tersebut sebenarnya akurat namun menipu. Setiap pelanggan yang membeli produk kemungkinan besar akan menghabiskan lebih banyak uang daripada menabung, karena harus segera diganti. Iklan lain mungkin menggunakan trik kamera untuk menciptakan kesan visual dari steak yang berair, karena gambar steak yang tidak dimanipulasi akan terlihat kering dan tidak menarik. Jika steak yang diiklankan sebenarnya berair,iklan tidak menipu meskipun gambarnya dimanipulasi.

Perpesanan

Iklan yang bertanggung jawab secara sosial tidak boleh mempromosikan atau berkontribusi pada apa pun yang merusak masyarakat. Jika sebuah iklan menggunakan stereotip rasial atau seksis, menunjukkan praktik pengasuhan yang tidak bertanggung jawab, mendorong penggunaan alkohol atau perilaku seksual yang tidak bertanggung jawab, atau upaya untuk memanipulasi secara emosional audiens yang rentan seperti anak-anak, banyak yang akan menganggapnya sebagai tidak bertanggung jawab secara sosial. Tentu saja, sebagian besar standar ini adalah masalah opini. Pesan iklan apa pun dapat dianggap manipulatif secara emosional bergantung pada cara Anda melihatnya, jadi dalam praktiknya, pesan itu bergantung pada penilaian subjektif tentang apa yang pantas dan apa yang tidak. Selalu ada risiko bahwa kampanye iklan Anda dapat menyinggung pelanggan secara tidak sengaja.

CSR

Pemasaran tanggung jawab sosial perusahaan adalah praktik menggabungkan aktivitas amal perusahaan dengan kampanye pemasarannya. Alih-alih hanya menulis cek untuk amal yang dipilih, perusahaan akan mengikat jumlah donasi langsung ke penjualan, dan akan menjadikan kampanye penggalangan dana sebagai fokus dari iklannya. Tanggung jawab sosial perusahaan dapat menguntungkan perusahaan dalam lebih dari satu cara. Dapat meningkatkan persepsi masyarakat terhadap perusahaan, meningkatkan penjualan dan meningkatkan semangat kerja karyawan.

Menghindari Sinisme Publik

Meskipun menyumbangkan uang untuk amal adalah aktivitas positif untuk kepentingannya sendiri, pemasaran tanggung jawab sosial perusahaan dapat menjadi bumerang bagi perusahaan jika dianggap sinis oleh publik. Misalnya, jika penggunaan produk Anda secara berlebihan dikaitkan dengan tingkat kanker yang lebih tinggi dan Anda menjalankan kampanye iklan untuk kesadaran kanker, beberapa orang mungkin melihat kampanye tersebut sebagai menipu dan tidak etis. Hal yang sama dapat terjadi jika kampanye iklan Anda menggalang dana untuk masalah lingkungan dengan menjual produk dengan emisi karbon tinggi atau kemasan yang berlebihan. Sebelum Anda menjadikan tanggung jawab sosial sebagai tema pengiklanan Anda, Anda harus terlebih dahulu memastikan tidak ada kontradiksi antara pesan Anda dan praktik bisnis Anda.